Selasa, 01 Maret 2011

Mengukur Rasa Percaya Diri dan Konsep Diri

Mengukur rasa percaya diri dan konsep diri tidaklah mudah, khusunya dalam pengukuran terhadap remaja (Wylie, 1969). Selama bertahun-tahun, pengukuran dirancang khususnya untuk anak – anak atau untuk orang dewasa, dan hanay sedikit memperhatikan remaja. Susan Harter (1989) baru-baru ini mengembangkan pengukuran yang terpisah bagi remaja: Persepsi diri remaja. Pengukuran ini melibatkan 8 domain kompetensi skolastik, kompetensi pekerjaan ditambah dengan harga diri secara keseluruhan. Pengukuran remaja memiliki 3 domain keterampilan yang tidak terdapat pada pengukuran anak-anak yang disusun Harter yaitu kompetensi pekerjaan, ketertarikan romantic, dan hubungan yang dekat.
Beberapa ahli pengukuran berpendapat bahwa kombinasi dair beberapa metode dapat digunakan untuk mengkur rasa percaya diri. Sebagai tambahan untuk pengukuran lapor diri. Pengukuran rasa percaya diri remaja yang dilakukan oleh orang lain dan observasi perilaku remaja pada berbagai situasi dapat memberikan gambaran rasa percaya diri yang lebih lengkap dan akurat. Teman sebaya, dengan remaja dapat ditanya untuk mengukur arsa percaya diri remaja. Ekspresi wajah remaja dan sejauh mana mereka menghargai atau menyalahkan diri sendiri merupakan salah satu indikator yang baik untuk melihat bagaimana remaja melihat dirinya sendiri.
Sebagai contoh, remaja yang jarang tersenyum atau jarang terlihat bahagia dapat mengungkapkan sesuatu mengenai rasa percaya diri mereka. Sebuah penelitian yang menggunakan observasi tingkah laku untuk mengukur rasa percaya diri menunjukkan bahwa beberapa tingkah laku positif dan juga negatif dapat memberi petunjuk tentang rasa percaya diri remaja (Savin Williams & Demo, 1983). Dengan menggunakan sejumlah metode (seperti pengukuran lapor diri dan observasi tingkah laku) dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (seperti dari remajanya sendiri, orang tua, teman, dan guru), para peneliti mungkin bisa mengkonstruksikan suatu gambaran rasa percaya diri remaja yang lebih akurat.

Sumber : Santrock, John. (1996). Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta : PT.Gelora Aksara Pratama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar