Jumat, 05 November 2010

Tes Grafis

A. Sekelompok Tes Proyeksi
Tehnik proyeksi yang dipakai tes grafis ini seringkali disebut sebagai tehnik ekspresif. Yang banyak dikenal dan banyak dipakai oleh para psikolog Indonesia adalah:
- Gambar Orang (Graw a Person Test)
- Gambar Pohon (Draw a tree Test)
- Tes Wartegg
Tes grafis disebut juga sebagai paper and pencil test karena hanya melibatkan 2 bahan tersebut dan dianggap sebagai tes yang sederhana dan murah. Sederhana karena tugas yang diberikan tidak rumit, mudah dimengerti subyek dan waktu pengerjaan tidak lama. Murah karena hanya melibatkan beberapa lembar kerja HVS 70gr ukuran A4 dan sebatang pinsil HB.
1. Gambar Orang (Draw a Person Test)
Ada beberapa versi dari Tes Gambar Orang, yaitu versi Goodenough yang biasanya dipakai untuk memperoleh nilai I.Q Versi ini kemudian
dikembangkan Harris sehingga dikenal sebagai Draw a Person Tes versi Goodenough-Harris. Apabila pada versi Goodenough subyek hanya menggambar 1 figur saja maka pada versi Goodenough Harris, subyek diminta untuk menggambar 3 figur, yaitu figur laki, perempuan dan figur diri. Pada dua tes ini, figur yang digambar diberikan penilaian kuantitatif, misalnya kepala diperoleh nilai : 1; mata diberi nilai 1; ada pupil diberi nilai 1 dan seterusnya sehingga diperoleh skor total. Skor total ini masih diolah lebih lanjut sehingga akhirnya memunculkan nilai IQ.
Berbeda dengan yang disebut diatas adalah versi Machover yang tidak memberikan penilaian kuantitatif tetapi kualitatif. Versi Machover ini dilandasi teori Psikoanalisa. Figur manusia yang digambar dianggap sebagai persepsi si penggambar tentang dirinya dan bayangan tubuhnya. Walaupun gambar-gambar yang dibuat subyek biasanya merupakan bayangan tubuh dan konsep dirinya, tetapi perubahan-perubahan dalam sikap dan suasana hati karena situasi juga dinyatakan disini. Seringkali dipertanyakan, mengapa figur manusia yang digambar dan bukan figur lain? Jawabannya adalah sebagai berikut, yaitu figur manusia adalah yang paling dikenal, yang paling dekat dengan dirinya sehingga ia dapat menggambar berdasarkan pengalaman-pengalamannya. Administrasi tes tidaklah sukar. Persyaratan untuk tes adalah 2 lembar kertas HVS 70 mgr ukuran A4 dan 1 pinsil HB, penghapus. Perhatikan agar tidak menggunakan alas karton atau buku. Alas untuk menggambar harus keras dan licin
Instruksi adalah : Gambarlah orang
Apabila subyek sudah selesai dengan gambarnya, maka diberikan kertas lain lalu diberi instruksi:
”Sekarang gambarlah figur dengan jenis kelamin lain dari yang tadi
digambar” Selama subyek mengerjakan tes, tester membuat observasi dan mencatat semua pernyataan verbal subyek, komentar yang diberikan, cara ia menggambar, figur dengan jenis kelamin mana yang digambar terlebih dahulu, berapa lama ia menggambar?
Setelah subyek selesai menggambar, tester melakukan asosiasi, yaitu
meminta subyek untuk membuat cerita tentang figur yang digambarnya. Dalam tes kelompok, sukar membuat asosiasi karena waktu yang tersedia terbatas. Disamping itu hanya 1 figur saja yang digambar. Waktu pelaksanaan dalam tes kelompok juga dibatasi, yaitu 10 menit.
Prinsip interpretasi.
    Pada waktu kita menghadapi lembar kertas dengan hasil karya subyek
    berupa figur manusia, maka seolah-olah kita berhadapan langsung     dengan si penggambarnya. Kita akan mendapat kesan pertama tentang gambar tersebut. Dalam analisis selanjutnya, kita berpegang pada 3 hal yaitu : ruang ; gerak dan bentuk.
Ruang adalah : Posisi figur diatas kertas, apakah ditempatkan ditengah, kiri, kanan, atas atau bawah?
Gerak adalah : Bagaimana pinsil diatas kertas bergerak membentuk figur manusia. Ini mencakup tenakan pinsil, cara subyek membuat garis dan bayangan.
Bentuk adalah : Bagaimana proporsi figur, apa yang digambar, elaborasi, detail, distorsi, ada yang tidak digambar dan sebagainya.
Disamping itu masih perlu dipertimbangkan fungsi anggota tubuh yang mendapat penekanan. Penekanan dapat berupa tambahan shading, hapusan, berulangkali diperbaiki, dipertebal, garis pada bagian tertentu berbeda dengan garis secara keseluruhan, lebih mendetail dan sebagainya. Adanya anggota tubuh yang tidak digambarpun perlu ditertimbangkan. Penekanan dibagian tertentu dari figur manusia menunjukkan adanya konflik pada bagian tersebut dan karena itu perlu diketahui fungsi dari berbagai bagian/organ tubuh.
Kepala : Dianggap sebagai tempat kegiatan intelek dan fantasi dan
diasosiasikan dengan kontrol impuls dan emosi, kebutuhan sosialisasi dan komunikasi. Maka dikatakan bahwa orang yang menarik diri, neurotik tidak memberi banyak perhatian pada kepala.
Bagian-bagian kepala berfungsi sebagai sumber utama dari kepuasan dan ketidak puasan sensoris disamping sebagai alat komunikasi. Mata, telinga dan mulut merupakan organ yang diperlukan dalam berhubungan dengan lingkungan, sehingga perlakuan yang berlebihan menunjukkan kemungkinan kecemasan yang berhubungan dengan fungsi-fungsi organ-organ tersebut.
Leher : Leher merupakan penghubung antara kepala dan badan, merupakan penghubung, dalam bahasa psikoanalisis antara super-ego, ratio, dan id, impuls, dorongan. Pada umumnya bila leher mendapat penekanan maka menunjukkan kemungkinan pemikiran subyek mengenai kebutuhannya untuk mengontrol impuls-impuls yang dirasakannya mengancam.
Badan : Badan, khususnya ”trunk” diasosiasikan dengan dorongan -  dorongan dasar. Subyek biasanya cenderung menggambar figur yang mirip dengan keadaan tubuhnya sendiri. Anak seringkali menggambar ”trunk” secara sederhana, persegi-empat atau lonjong. Tidak adanya bagian tubuh yang penting (kecuali pada anak) menunjukkan kemungkinan gangguan psikologis yang serius.
Bahu : Perlakuan terhadap bahu dianggap sebagai pernyataan dari perasaan kebutuhan akan kekuatan fisik. Orang normal akan menggambar bahu dengan jelas sedangkan orang dengan rasa rendah diri karena fisik yang kurus dan kecil akan menggambar figur dengan sebelah bahu lebar. Tidak adanya bahu terkadang dikatakan sebagai kemungkinan skizofreni atau kondisi kerusakan otak.
Lengan dan tangan: Kondisi lengan dan penempatannya, yaitu menjauh dari tubuh atau melekat pada tubuh menunjukkan hubungan subyek dengan lingkungannya. Maka lengan yang ditaruh dipunggung sehingga hanya sebagian saja yang tampak, menunjukkan keengganan subyek untuk berhubungan dengan orang. Tangan yang dimasukkan ke dalam saku, atau tangan yang tidak tampak, diassosiasikan dengan konflik dan perasaan-perasaan bersalah yang berhubungan dengan kegiatan tangan tersebut.
Tungkai kaki dan kaki: Figur dengan perlakuan tidak biasa terhadap kaki atau tungkai kaki berhubungan dengan perasaan aman atau tidak aman. Tungkai kaki merupakan serana bergerak dan perlakuan terhadap bagian ini mencerminkan perasaan seseorang mengenai mobilitas.

2. Gambar Pohon
Gambar pohon dikembangkan oleh Karl Koch
Administrasi tes:
Persyaratan : Kertas HVS 70mgr ukuran A4, pinsil HB, tidak pakai penghapus, alas menggambar harus licin dan keras, waktu tidak dibatasi (kecuali teskelompok)
Instruksi : ”Gambarlah pohon”
”Kecuali : pohon cemara, randu, kelompok palma, bambu”
Apabila ada kesan bahwa gambar yang dibuat tidak memenuhi persyaratan, maka subyek diberi kertas baru dan diberi instruksi: ”Gambarlah pohon lain dari yang telah anda gambar”. Seringkali muncul pertanyaan : Mengapa justru gambar pohon? Apabila kita melihat tanaman yang mempunyai sistem terbuka yaitu dengan pertumbuhan yang menuju keluar, segala sesuatu terjadi di permukaan, dibentuk dibawah kulit dan ujung-ujung tunasnya. Hanya pohon yang memperlihatkan hal ini. Maka dikatakan bahwa ”Keberadaan” tanaman adalah gerakan hidup keluar, usaha menjauhi zone pertumbuhan pusat. Pohon tidak pernah berhenti berkembang, ia
tumbuh sempurna, selalu muda-berbunga berbuah sampai mati. Berbeda dengan manusia atau binatang yang merupakan sistem yang tertutup. Hidup fisik diarahkan kedalam. Semua organ sudah ada sejak awal dan dalam tubuh semua organ diberi makanan (darah) oleh kekuatan yang sama, seumur hidup. Dalam eksistensi manusia segala sesuatu bergerak ke dalam dan dikendalikan organorgan pusat. Gambar pohon yang dibuat manusia merupakan sekresi dari yang ada di dalam. Gerak keluar menjadi bentuk yang menyerupai manusia, namun dengan sifat-sifat yang berbeda dalam ”inner being”nya. Ini yang dikatakan sebagai proyeksi dari psyche.
Prinsip interpretasi.
Sama halnya dengan tes gambar orang, pada waktu kita menghadapi hasil karya subyek, maka seolah-olah kita berhadapan dengan subyek. Bagaimana kesan pertama yang kita peroleh? Juga dalam analisis selanjutnya kita berpegang pada 3 hal, yaitu : ruang, gerak dan bentuk Dengan bentuk tentunya bukan lagi proporsi figur, akan tetapi proporsi pohon, bagaimana perimbangan antara mahkota dan batang? Kemudian dilihat pohon apa yang digambar dan apa yang digambar. Kadang-kadang ada pohon yang tidak lengkap, yang dapat disebabkan beberapa hal yaitu: belum selesai, artinya ada pembelokan tidak dapat diselesaikan, berarti adanya hambatan. Dalam membuat analisis, harus dilihat terlebih dahulu: usia si penggambar, sesuaikah untuk usianya dan bila tidak? Kemudian perlu diketahui pendidikan dan dari mana subyek berasal. Ini perlu diketahui karena bila pada orang dewasa ada
sekelompok ciri yang biasa ditemukan pada tahap usia yang lebih muda yang dapat dikatakan normal untuk tahap usia tersebut maka ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan yaitu retardasi perkembangan,manifestasi keadaan-keadaan infantil atau regresi.
Untuk dapat menentukan salah satu kemungkinan diperlukan pengalaman dan membandingkan berbagai gambar pohon dari berbagai kelompok usia. Selanjutnya dilihat bagaimana subyek menggambar bagian-bagian pohon, yaitu:
Akar : Berfungsi untuk menghisap makanan dan berpegangan pada tanah agar tidak tumbang. Akar dapat digambar dengan 2 cara, yaitu akar 1 garis dan akar 2 garis. Akar 1 garis biasanya dibuat anak sedangkan akar 2 garis dibuat orang dewasa. Namun akar 2 garis dapat dibuat sebagai akar tertutup dan akar terbuka.
Pangkal batang : Dapat digambar lebar di kiri dan kanan, sebelah kiri saja lebih lebar atau sebelah kanan saja lebih lebar. Pelebaran ke kiri atau ke kanan atau pada bagian kiri dan kanan berarti adanya inhibisi/hambatan.
Batang pohon : dapat digambar dengan 1 garis dan 2 garis. Ada berbagai bentuk batang, misalnya batang bentuk kerucut yang biasa digambar anak sekitar usia 8-9 tahun, anak debil atau orang dewasa yang mengalami regresi. Batang dapat pula dibuat dengan 2 garis lurus paralel, batang yang bergelombang serasi atau batang yang menggelembung, jadi ada penebalan dan konstriksi. Penebalan berarti
penimbunan sedangkan konstriksi berarti hambatan, jadi apa yang ditimbun dan apa yang dihambat?
Bayangan, merupakan pengisian kertas dengan psinsip supaya lebih gelap dan dapat diartikan bahwa ada perose emosional pada yang bersangkutan. Perlu diperhatikan berat-ringannya bayangan yang dibuat, karena bayangan yang dibuat sengan halus, ringan menunjukkan kepekaan sipenggambar sedangkan bayangan yang gelap dan berat lebih menunjukan adanya kecemasan.
Dahan, seperti akar dan batang dapat dibuat dengan 1 garis maupun 2 garis. Dahan yang dipotog dapat diartikan bahwa dalam perkembangan terjadi sesuatu yang menyangkit segi psikis. Dahan yang dibuat seperti pipa, yaitu terbuka pada ujungnya pada umumnya menunjukkan taraf perkembangan yang belum sempurna, dalam arti, dalam sikap sehari-hari belum terlihat kematangan dan belum dapat membedakan antara diri dan lingkungan.
Mahkota, menggambarkan aktivitas atau proses-proses yang berhubungan dengan ratio, intelek. Mahkota dapat digambar tertutup maupun terbuka. Perlu diperhatikan perbandingan antara lebar dan tinggi mahkota depan panjang batang. Kadang-kadang mahkota diisi dengan dahan yang terpencar tak beraturan, mahkota disini dengan coretem atau mahkota yang kosong.

Sumber :
Anonim. (2009). Tes Grafis Sebagai Alat Psikodiagnostik.



Thematic Apperception Test (TAT)

A.   Sejarah
TAT ini dikembangkan oleh psikolog Amerika Henry A. Murray dan Christiana D. Morgan di Harvard pada tahun 1930-an untuk mengeksplorasi dinamika yang mendasari kepribadian, seperti konflik internal, dominan drive, minat, dan motif. Menurut sarjana Melville Howard P Vincent, TAT "muncul menjadi ada ketika Dr Henry A. Murray, psikolog dan Melvillist, mengadaptasi pelajaran implisit Melville's [Moby Dick]" Doubloon "bab yang baru dan kreatif yang lebih besar, tujuan terapeutik."
Setelah Perang Dunia II, TAT diadopsi lebih luas oleh psikoanalis dan dokter untuk mengevaluasi pasien yang terganggu emosinya.
Kemudian, pada 1970-an, Gerakan Potensial Manusia psikolog didorong untuk menggunakan TAT untuk membantu klien mereka memahami diri mereka lebih baik dan merangsang pertumbuhan pribadi.

B.   Kritik
Menurun kepatuhan terhadap prinsip Freudian represi di mana tes ini didasarkan telah menyebabkan TAT akan dikecam sebagai palsu atau usang oleh banyak psikolog profesional. Kritik mereka adalah bahwa TAT tidak ilmiah karena tidak dapat terbukti valid (bahwa itu benar-benar mengukur apa klaim untuk mengukur), atau dapat diandalkan (bahwa itu memberikan hasil yang konsisten dari waktu ke waktu, karena tantangan standarisasi interpretasi dari cerita-cerita yang diproduksi oleh subjek).
Beberapa kritik dari kartu TAT telah mengamati bahwa karakter dan lingkungan yang tertanggal, bahkan 'kuno,' menciptakan sebuah 'budaya atau psikososial jarak' antara pasien dan rangsangan tersebut yang membuat mereka kurang mengenali dengan kemungkinan. Juga, dalam meneliti tanggapan yang diberikan subjek foto versus TAT, para peneliti menemukan bahwa kartu TAT menimbulkan lebih 'menyimpang' cerita (yaitu, lebih negatif) daripada foto, yang menyebabkan mereka untuk menyimpulkan bahwa perbedaan itu karena perbedaan dalam karakteristik dari gambar yang digunakan sebagai perangsang.
Pada tahun 2005 disertasi, Matius Narron, Psy.D. berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan mereproduksi suatu Leopold Bellak 10 kartu photographically menetapkan dan melaksanakan suatu hasil studi. Hasil menyimpulkan bahwa TAT tua menimbulkan jawaban yang mencakup lebih banyak waktu tertentu referensi daripada TAT baru.

 C. Kontemporer Aplikasi TAT
Meskipun kritik, para TAT tetap banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian bidang psikologi seperti mimpi, fantasi, mate seleksi dan apa yang memotivasi orang untuk memilih pekerjaan mereka. Kadang-kadang digunakan dalam konteks kejiwaan atau psikologis untuk menilai gangguan kepribadian, gangguan pikir, dalam pemeriksaan forensik untuk mengevaluasi tersangka kejahatan, atau untuk layar kandidat untuk pekerjaan stres yang tinggi. Hal ini juga sering digunakan dalam evaluasi psikologis rutin, biasanya tanpa sistem penilaian formal, sebagai cara untuk mengeksplorasi konflik emosional dan hubungan-hubungan objek.
 TAT secara luas digunakan di Perancis dan Argentina menggunakan pendekatan psikodinamik. Tentara Israel menggunakan tes untuk mengevaluasi potensi perwira. Hal ini juga digunakan oleh Dewan Seleksi Layanan india.

D. Definisi TAT
Thematic Apperception Test, disingkat TAT, adalah suatu teknik proyeksi, yang digunakan untuk mengungkap dinamika kepribadian, yang menampakkan diri dalam hubungan interpersonal dan dalam apersepsi (atau interpretasi yang ada artinya) terhadap lingkungan. Dengan teknik ini seorang interpreter yang mahir dapat mengungkap dorongan-dorongan emosi, sentiment, kompleks dan konflik-konflik pribadi yang dominan.
Secara historis, telah di antara yang paling luas digunakan, meneliti, dan mengajarkan tes tersebut. Para pengikutnya mengklaim bahwa keran subjek tidak sadar ditekan untuk mengungkapkan aspek-aspek kepribadian, motif dan kebutuhan untuk pencapaian, kekuasaan dan keintiman, dan kemampuan memecahkan masalah.

E.  Letak TAT Dalam Teknik Proyeksi
Ada berbagai teknik proyeksi yang digunakan sebagai tes kepribadian. Diantara jajaran tesjenis ini TAT mendapatkan jenjang ke dua sesudah Tes Rorschach. Beberapa ahli menyarankan digunakan kedua tes ini (TAT dan Rorschach) untuk mengungkapkan kepribadian secara lengkap. Tes Rorschach (selanjutnya kita sebut Ro) yang sifatnya formal dan menggunakan analisis persepsi, adalah tes yang paling baik diantara tes-tes formal ekspresif mengenai jalan pikiran dan organisasi emosi. Karena umumnya tes Ro ditekankan pada analisis proporsi kuantitatif, analisis content. Dengan tes Ro diestimasikan besarnya kecemasan dan adanya kebutuhan-kebutuhan. Sedang TAT dapat diajukan working hipothesis mengenai hal-hal yang dicemaskan dan hierarki need yang dimiliki testi.

F.   Prosedur
TAT adalah yang dikenal sebagai teknik interpretasi gambar karena menggunakan serangkaian standar provokatif namun ambigu gambar tentang subjek yang harus menceritakan sebuah cerita. Subjek diminta untuk mengatakan sebagai sebuah cerita dramatis karena mereka dapat untuk setiap gambar yang disajikan, termasuk:
* Apa yang telah mengarah ke acara ditampilkan
* Apa yang terjadi pada saat
* Apa karakter rasakan dan berpikir, dan
* Apa hasil dari cerita itu.
Jika unsur-unsur ini dihilangkan, terutama untuk anak-anak atau individu kemampuan kognitif rendah, evaluator dapat meminta subjek tentang mereka secara langsung. Ada 31 kartu bergambar dalam bentuk standar TAT. Beberapa kartu menunjukkan sosok laki-laki, beberapa perempuan, beberapa laki-laki dan perempuan, sebagian ambigu jender, beberapa orang dewasa, beberapa anak, dan beberapa tidak menunjukkan sosok manusia sama sekali. Salah satunya adalah benar-benar kosong. Meskipun kartu pada awalnya dirancang untuk dicocokkan dengan subjek dalam hal usia dan jenis kelamin, setiap kartu juga dapat digunakan dengan subjek. Kebanyakan praktisi memilih satu set kira-kira sepuluh kartu, baik menggunakan kartu yang umumnya mereka merasa berguna, atau bahwa mereka percaya akan mendorong ekspresi subjek konflik emosional relevan dengan sejarah dan situasi tertentu.

G. Gambar Sebagai Stimuli
Gambar-gambar yang dipilih sebagai perangkat stimuli TAT (Murrray) telah diuji cobakan sehingga telah terpilih gambar-gambar yang efektif. Menurut pengalaman, gambar-gambar lebih efektif mengungkap kepribadian testi bila sebagian besar gambar mengandung gambaran orang yang sejenis dan sebaya testi.

H. Usia Testi
Perangkat gambar TAT yang disiapkan Murray disediakan untuk anak laki-laki dan perempuan usia 4 – 14 tahun, dan untuk pria dan wanita diatas 14 tahun. Variasi gambar-gambar semacam TAT kini telah banyak digunakan, menyesuaikan umur, budaya, atau aspek-aspek yang akan diungkap.

I. Penyajian
Seperti umumnya penyajian tes, raport tester dan testi diperlukan. Suasana hendaknya sedemikian rupa sehingga testi merasa akan mendapatkan simpati dan merasa akan mendapatkan penerimaan. Niat baik dan dihargai oleh tester, sehingga testi dapat mengembangkan kreativitasnya. Kreativitas sendiri sulit berkembang pada suasana yang kaku,dingin, formal, terlalu menuntut dan terlalu ilmiah.
Prosedur penyajian yang dianggap baku ialah penyajian individual dalam bentuk lain. Dalam prosedur ini tester memberikan petunjuk pelaksanaan tugas dan menyajikan gambar satu demi satu. Testi menanggapi secara verbal setiap gambar yang disajikan. Tester mencatat atau merekam semua tanggapan terhadap gambar sampai tes berakhir.
Sebaiknya disediakan tempat duduk tegak, tester dan testi duduk berhadapan, sehingga komunikasi lancar. Murray menyarankan disajikan ke 20 kartu dalam 2 sidang (session). Sidang pertama menyajiikan seri pertama (kartu 1 – 10) terlebih dahulu. Selang minimal satu hari atau lebih disajikan seri kedua (kartu 11 - 20). Testi tidak diberi tahu bahwa akan ada penyajian sidang kedua, agar ia tidak mempersiapkan diri sebelumnya. Penyajian seluruh kartu dalam sidang tunggal, akan melelahkan testi yang produktivitas tengahan. Kelelahan dapat berakibat cerita menjadi datar dan tidak berisi.

Petunjuk penyajian pada remaja dan orang dewasa (yang cukup kemampuannya) bagi sidang pertama disarankan sebagai berikut:
“Ini adalah tes daya khayal, yang merupakan suatu bentuk tes kecerdasan. Saya akan menyajikan beberapa gambar, satu demi satu. Tugas anda adalah membuat cerita untuk tiap-tiap gambar, buatlah cerita itu sedramatis mungkin. Ceritakan peristiwa apa yang terjadi sebelum kejadian tersebut ceritakan kejadian yang sedang berlangsung pada gambar tersebut, apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh para pelakunya, dan berikan akhir ceritanya. Anda katakan secara langsung saja apa yang ada dalam pikiran anda. Apakah anda sudah memahami permintaan saya?”
“Anda dapat memamfaatkan sekitar lima menit untuk tiap-tiap gambar. Inilah gambar pertama”.
Sedang bagi anak-anak atau orang dewasa yang kurang cerdas dan kurang pendidikan, juga untuk orang psikotis, Murray menyarankan petunjuk penyajian sebagai berikut:
“Ini adalah tes bercerita. Ada beberapa gambar yang akan saya tunjukkan. Saya kamu membuat cerita mengenai masing-masing gambar. Ceritakan apa yang terjadi sebelumnya, dan apa yang sedang terjadi sekarang. Katakan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh orang-orang dalam cerita itu. Dan katakan bagaimana akhir ceritanya. Buatlah ceritanya sesukamu. Sedahkah kamu mengerti maksudku?”
Nah ini gambar pertama. Waktu untuk mengarang cerita ada lima menit. Mari kita dengan apa yang dapat anda ceritakan.

Petunjuk penyajian tidak harus tepat seperti saran Murray. Petunjuk hendaknya disesuaikan dengan umur, kecerdasan, kepribadian, dan keadaan lain-lain test. Beberapa ahli menyarankan agar pertanyaan “yang merupakan bentuk tes kecerdasan” dihilangkan. Pada umumnya, penghilangan ini tidak merugikan, bahkan menghindarkan tester dari pertanyaan-pertanyaan mengenai hasil tes kecerdasan. nSelain itu, ada orang merasa lebih bangga bila tidak dianggap pandai berkhayal. Sedang ada orang lain yang merasa cemas karena adanya sebutan tes daya khayal. Karena itu terserah pada kebijaksanaan tester untuk memperkenalkan tugas testi.


Pokok-pokok yang harus disampaikan kepada testi dan harus dipahaminya ialah:
1.     Ia diminta membuat suatucerita. Ini berarti mendeskripsikan apa yang tergambar saja belum cukup. Cerita adalaha serentetan kejadian yang berkembang mengikuti waktu. Ada permulaan, pertengahan dan akhir cerita.
2.     Dalam membuat cerita ini, ia diminta menggunakan amajinasinya. Ini berarti ia harus menerangkan dengan interpretasinya sendiri gambar yang disajikan. Orang berbeda dalam membuat interpretasi gambar. Minat tester adalah pada ide testi sendiri.
3.      Ia diminta mendeskripsikan situasi yang dilukiskan dalam gambar (menurut interpretasinya) dan ia diminta membuat saran mengenai perasaan-perasaan, ide-ide, watak dan lain-lain untuk melengkapi pelukisan sitiasu tersebut.
4.     Testi diminta menceritakan empat hal pokok dalam menyusun cerita, yaitu :
- Peristiwa yang terjadi sebelumnya.
- Peristiwa yang terjadi sekarang.
- Perasaan dan pikiran para pelaku.
- Akhir cerita (out come).

J. Materi Tes
Materi TAT terdiri dari 20 gambar, yaitu :
11 kartu untuk segala testi dan termasuk disini kartu kosong, dan 9 kartu disesuaikan untuk dewasa/anak dan pria/wanita. Ke 9 kartu ditandai dengan:
BM = Boy & Male (untuk pria)
GF = Gilr & Female (Untuk wanita)
MF = Male & Female (untuk dewasa)
GB = Boy & Girl (untuk anak-anak 4 – 14 tahun).
Meskipun tanpa gambarpun kita dapat menyarahkan seseorang untuk bercerita, pengalaman menunjukkan bahwa:
1. Gambar ternyata efektif untuk menimbulkan imajinasi.
2. Memaksa seseorang menangani dengan caranya sendiri situasi manusiawi tertentu.
3. Stimuli yang digunakan dapat dibakukan.

K. Deskripsi Gambar Kartu-Kartu TAT Menurut Murray
Berikut ini adalah daftar gambar stimulis TAT:
1. Seorang anak laki-laki sedang memandangi sebuah biola yang terletak di atas meja di depannya.
2. Pemandangan desa; disebelah depan ada seorang wanita membawa buku; dilator belakang ada seorng laki-laki sedang bkerja di lading dan seorang wanita lebih tua dari wanita pertama sedang memandanginya.
3. GM. Dilantai seorang anak kali-laki sedang meringkuk menmpel sofa dengan kepalanya disandarkan di atas tangan kanannya. Disampingnya di lantai tergeletak sepucuk pistol.
GF. Seorang wanita sedang berdiri dengan kepala menunduk. Mukanya ditutupi dengan tangan kanannya. Tangan kirinya direntangkan pada suatu pintu kayu.
4. Seorang wanita sedang memegang erat-erat bahu seorang pria yang badan dan wajahnya membelakangi wanita tadi. Pria ini seolah-olah berusaha menghindar dari wanita tadi.
5. Seorang wanita setengah baya sedang berdiri di ambang pintu yang setengah terbuka dan mlihat kearah suatu kamar.
6. BM. Seorang wanita tua pendek berdiri membelakangi seorang pria muda jangkung. Si pria memandang ke bawah dengan ekspresi wajah kebingungan.
GF. Seorang wanita sedang duduk ditepi sebuah sofa. Ia memandang kebelakang kea rah seorang pria yang lebih tua yang berpipa di mulutnya. Pria ini seakan-akan sedang berbicara dengan wanita tadi.
7. BM. Seorng pria ubanan memndang seorang pria muda cemberut yang sedang melamun.
GF. Seorang wanita agak tua sedang duduk disamping seorang perempuan, sambil berbicara atau membacakan sesuatu untuk si anak. Si anak yang sedang memegangi boneka, memandang kearah lain.
8. BM. Seorng pria remaja memandang lurus ke luar gmbar. Di satu sisi tampak sebuah laras senapan, dan dilator belakang tampak lamat-lamat seperti bayangan dalam mimpi, pemandangan semacam operasi.
GF. Seorang wanita muda duduk bertopang dagu sambil melamun.
9. BM. Empat pria berpakaian kerja sedang tiduran santai di rerumputan.
GF. Seorang wanita muda dengan majalah dan dompet di tangan memandang dari balik sebatang pohon seorang wanita muda lain berpakaian pesta yang sedang berlari-lari ditepi pantai.
10. Kepala seorang wanita muda bersandar dibahu seorang pria.

L.  Karakteristik Kartu-Kartu
Dalam menginterpretasikan tanggapan testi terhadap stimuli yang disajikan diperlukan pemehaman mengenai karakteristik atau sifat-sifat stimuli tersebut. Pengenalan karakteristik juga diperlukan untuk memilih kartu-kartu yang akan disajikan pada penyajian singkat.
Karakteristik kartu dapat digolongkan dalam karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
1.  Kajelasan struktur konteks atau situasi orang yang terlibat, dan objek yang terlibat.
Dalam beberapa gambar, situasi, orang dan objek, tampak jelas. Pada kartu 1, disitu tampak jelas gambar seorang anak laki-laki sedang instrospeksi yang melibatkan biola yang tampak jelas. Pada kartu 2, jelas pemandangan pertanian dengan orang-orang yang terlibat ialah seorang wanita muda, seorang pria dan seorang wanita yang leebih tua. Kartu-kartu lain yangjelas strukturnya ialah kartu 3 MF, 4, 5, 6 BM, dan 9 GF, 10, 13 MF.
Dari stimuli yang jelas begini, imajinasi tidak dibutuhkan. Bila testi menginterpretasikan gambar yang jelas tidak seperti yang seharusnya, maka dapat dikatakan ada penyimpangan persepsi atau salah interpretasi. Hal ini dapat digunakan bahan diagnosa.
Namun demikian, dalam kartu-kartu yang tergolong jelas strukturnya itupun kadang-kadang terdapat objek-objek yang tidak jelas strukturnya. Ketidakjelasan struktur ini mungkin disebabkan oleh:
a. Objek-objek tersebut bentuknya meragukan, sehingga sukar ditentukan atau tidak teramati oleh pembuat cerita. Misalnya pada kartu 1, objek dibawah biola tidak dapat diinterpretasikan sebagai meja, taplak meja, kertas bungkus, kertas musik, dan sebagainya. Demikian juga pada kartu 2, latar paling belakang agak kabur. Disitu ada gambar pria dan kuda lain, ada gedung-gedung, dan ada “air”. Objek-obej “kabur” semacam ini memberikan kesempatan testi untuk memproyeksikan diri.
b. Meskipun objek, manusia-manusia, maupun situasi umumnya cukup jelas, hubungan antara manusia-manusia tersbut, aktivits, perasaan, jalan ceritanya, dan akhir cerita, tidak sama strukturnya. Disinilah imajinasi testi dibangkitkan.
Contoh kartu yang tidak jelas strukturnya ialah kartu 3 BM. Disini gambaran orang tidak jelas pria atau wanita, tua atau muda. Juga benda yang di atas lantai, dapat dikatakan sebagai sepucuk pistol, kunci, mainan, atau lubang dilantai. Latar belakangnya pun tidak jelas, sehingga dapat dinterpretasikan di berbagai tempat. Pada kartu 10, 11, dan 19 ketidakjelasan ini semakin menonjol. Pada kartu-kartu semacam ini tugas testi semakin rumit. Ia tidak hanya harus membuat cerita untuk mendasari perasaan dan interaksi antara manusia-manusia dan objek, tetapi ia juga harus menentukan sendiri situasi umumnya, macam orang-orangnya, dan kejadian-kejadian yang dibuthkan untuk membuat ceritanya jalan.
Dari stimulasi macam inilah kita dapat menyimpulkan kesiapan testi dalam menanggapi hal-hal yang tidak jelas. Ada orang yang siap menghadapi sesuatu yang tidak jelas, dan ada orang yang goncang dalam keadaan demikian. Kebanyakan stimuli TAT mengambarkan kejadian yang ada manusianya, seseorang atau lebih. Beberapa hanya memberikan kesan ada orangnya, seperti kartu 11. Kartu 12 BG dan 19 sama sekali tidak menampakan manusianya.

Sumber:
Anonim. (2009). Tematik Apperception Test. http://en.wikipedia.org/wiki/Thematic_Apperception_Test. (15 Maret 2010)



Tes Rorschach

RORSCHACH
A.   Sejarah
Tes rorschach juga dikenal sebagai tes inkblot Rorschach atau sekadar tes Inkblot adalah sebuah tes psikologi di mana subjek 'persepsi inkblots dicatat dan kemudian dianalisis dengan menggunakan psikologis interpretasi, kompleks diturunkan secara ilmiah algoritma, atau keduanya. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk memeriksa kepribadian seseorang karakteristik dan berfungsi emosional. Telah digunakan untuk mendeteksi yang mendasari gangguan pikiran, terutama dalam kasus-kasus di mana pasien enggan untuk menggambarkan proses berpikir mereka secara terbuka. Ujian ini mengambil namanya dari itu dari penciptanya, psikolog Swiss Hermann Rorschach.
Dalam sebuah survei nasional di AS, yang Rorschach menempati peringkat kedelapan di antara tes psikologi yang digunakan di rawat jalan fasilitas kesehatan mental. Ini adalah kedua yang paling banyak digunakan uji oleh anggota Society for Personality Assessment, dan ini yang diminta oleh psikiater di 25% dari penilaian forensik kasus,  biasanya dalam suatu baterai tes yang sering termasuk MMPI-2 dan MCMI-III.  Dalam survei, penggunaan Rorschach berkisar dari rendah dari 20% oleh psikolog pemasyarakatan  untuk yang tinggi 80% oleh psikolog klinis yang terlibat dalam penilaian layanan, dan 80% dari psikologi program pascasarjana yang disurvei mengajarkannya.  
Meskipun Exner Sistem Scoring (dikembangkan sejak 1960-an) mengaku telah ditangani dan sering membantah banyak kritik terhadap sistem pengujian asli dengan badan penelitian yang luas, beberapa peneliti telah menimbulkan pertanyaan tentang objektivitas pengadministrasian psikolog pengujian; antar -penilai keandalan; yang pemastian dan umum validitas dari tes; bias dari tes patologi skala yang lebih besar terhadap jumlah tanggapan; jumlah terbatas kondisi psikologis yang akurat diagnosa; ketidakmampuan untuk mereplikasi tes norma penggunaannya di pengadilan-memerintahkan evaluasi; berpotensi membatalkan ujian bagi orang-orang yang telah terkena kepada mereka.
Hermann Rorschach menciptakan inkblot tes Rorschach tahun 1921. Menggunakan interpretasi "desain ambigu" untuk menilai kepribadian seseorang adalah sebuah ide yang akan kembali ke Leonardo da Vinci dan Botticelli. Interpretasi inkblots adalah pusat ke permainan dari akhir abad ke-19. Rorschach's, bagaimanapun, adalah pendekatan sistematis pertama semacam ini. Telah dikatakan bahwa penggunaan Rorschach inkblots mungkin telah terinspirasi oleh dokter Jerman Justinus Kerner yang, pada tahun 1857, telah menerbitkan sebuah buku puisi populer, masing-masing yang diilhami oleh inkblot disengaja. Perancis psikolog Alfred Binet juga bereksperimen dengan kreativitas inkblots sebagai ujian, dan setelah pergantian abad, percobaan psikologis itu dimanfaatkan inkblots dikalikan, dengan tujuan seperti belajar imajinasi dan kesadaran.
Setelah mempelajari 300 pasien sakit jiwa dan 100 kontrol, pada tahun 1921 Rorschach menulis buku Psychodiagnostik, yang membentuk dasar dari tes inkblot (setelah bereksperimen dengan beberapa ratus inkblots, ia memilih satu set sepuluh untuk nilai diagnostik mereka),  tapi dia meninggal pada tahun berikutnya. Meskipun ia menjabat sebagai Vice President dari Psychoanalytic Swiss Society, Rorschach mengalami kesulitan dalam penerbitan buku dan sedikit menarik perhatian ketika pertama kali muncul.
Pada tahun 1927, yang baru mendirikan rumah Hans Huber penerbitan buku yang dibeli Rorschach Psychodiagnostik dari inventaris Ernst Bircher. Huber tetap penerbit pengujian dan buku terkait, dengan Rorschach merek dagang terdaftar dari penerbit Swiss Verlag Hans Huber, Hogrefe AG. Pekerjaan telah digambarkan sebagai "padat karya yang ditulis ditulis dalam kering, terminologi ilmiah".
Setelah kematian Rorschach, pengujian awal sistem penilaian yang diperbaiki oleh Samuel Beck, Bruno Klopfer dan lain-lain. John E. Exner dirangkum beberapa perkembangan belakangan ini di sistem yang komprehensif, pada saat yang sama berusaha membuat penilaian lebih ketat statistik . Sistem yang Exner tetap sangat populer di Amerika Serikat, sementara di Eropa kadang-kadang mendominasi metode lainnya, seperti yang dijelaskan dalam buku ajar oleh Evald Bohm, yang lebih dekat dengan sistem Rorschach asli dan berakar lebih mendalam dalam asli psikoanalisis prinsip.  

B. Metode

Penguji dan subjek biasanya duduk bersebelahan di meja, dengan tester sedikit di belakang subjek. Ini adalah untuk memfasilitasi "suasana santai tapi dikontrol". Ada sepuluh inkblots resmi, masing-masing dicetak pada kartu putih yang terpisah, kira-kira ukuran 18x24 cm.  Masing-masing dari noda telah dekat sempurna simetri bilateral. Lima inkblots adalah tinta hitam, dua adalah hitam dan tinta merah dan tiga yang warna-warni, di latar belakang putih. Setelah tes subjek telah melihat dan menanggapi semua inkblots (fase asosiasi bebas ), para penguji kemudian menyajikan kembali satu per satu kali dalam satu set urutan untuk mempelajari subjek: subjek diminta untuk dicatat di mana ia melihat apa yang awalnya lihat dan apa yang membuatnya terlihat seperti itu (penyelidikan fase). Subjek biasanya diminta untuk memegang kartu dan dapat memutar. Apakah kartu diputar, dan faktor-faktor lain yang terkait seperti apakah izin untuk memutar mereka adalah bertanya, mungkin mengekspos ciri-ciri kepribadian dan biasanya memberikan kontribusi untuk penilaian. Sebagaimana subjek memeriksa inkblots, psikolog menuliskan semua kata subjek atau tidak, tidak peduli betapa sepele. Analisis tanggapan ini direkam oleh tes menggunakan tabulasi dan lembar penilaian dan, jika diperlukan, bagan lokasi terpisah.
Tujuan umum dari tes ini adalah untuk menyediakan data tentang kognisi dan kepribadian variabel seperti motivasi, kecenderungan respons, kognitif operasional, efektivitas, dan pribadi / interpersonal persepsi. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa seorang individu akan kelas rangsangan eksternal berdasarkan persepsi orang-spesifik set, dan termasuk kebutuhan, motif dasar, konflik, dan bahwa proses clustering ini merupakan perwakilan dari proses yang digunakan dalam situasi kehidupan nyata. Metode penafsiran berbeda. Rorschach sistem skoring telah digambarkan sebagai suatu sistem pasak yang menggantung pengetahuan seseorang kepribadian. Yang paling banyak metode yang digunakan di Amerika Serikat didasarkan pada karya Exner.
Administrasi tes kepada sekelompok subyek, dengan cara proyeksi gambar, juga kadang-kadang dilakukan, tetapi terutama untuk penelitian bukan tujuan diagnostik. Tes administrasi tidak boleh disamakan dengan penafsiran pengujian: "Interpretasi dari sebuah catatan Rorschach adalah proses yang kompleks. Itu membutuhkan kekayaan pengetahuan umum tentang dinamika kepribadian serta pengalaman yang cukup dengan metode Rorschach khusus. Proficiency sebagai administrator Rorschach dapat diperoleh dalam beberapa bulan. Namun demikian, bahkan mereka yang mampu dan memenuhi syarat untuk menjadi juru Rorschach biasanya tetap berada dalam "tahap pembelajaran" untuk beberapa tahun.







C. Fitur atau kategori

Interpretasi dari tes Rorschach tidak didasarkan terutama pada isi dari respon, yaitu, apa yang individu melihat dalam inkblot (konten). Sebenarnya, isi dari respon yang relatif hanya sebagian kecil dari kelompok yang lebih luas variabel yang digunakan untuk menafsirkan data Rorschach: misalnya, informasi yang diberikan oleh waktu yang dibutuhkan sebelum memberikan respons untuk kartu bisa signifikan ( mengambil waktu yang lama dapat menunjukkan "kejutan" pada kartu) dan juga oleh subjek komentar dapat membuat selain memberikan tanggapan langsung.
Secara khusus, informasi mengenai faktor-faktor penentu (aspek inkblots yang memicu respons, seperti bentuk dan warnanya) dan lokasi (rincian yang memicu respons inkblots) sering dianggap lebih penting daripada isi, meskipun ada bukti yang kontras. "Popularitas" dan "orisinalitas" tanggapan  dapat juga dianggap sebagai dimensi dasar dalam analisis.

D. Isi

Konten diklasifikasikan dalam istilah "manusia", "alam", "hewan", "abstrak", dll, serta untuk statistik popularitas (atau, sebaliknya, orisinalitas). Lebih dari fitur lainnya dalam ujian, respon konten dapat dikontrol secara sadar oleh subyek, dan dapat diperoleh oleh faktor-faktor yang sangat berbeda, yang membuatnya sulit untuk menggunakan konten saja untuk menarik kesimpulan mengenai kepribadian subjek; dengan individu tertentu, isi tanggapan dapat berpotensi ditafsirkan secara langsung, dan beberapa informasi yang dapat sewaktu-waktu dapat diperoleh dengan menganalisis kecenderungan tematik di seluruh kumpulan konten yang respon (yang hanya layak ketika beberapa tanggapan yang tersedia), tapi pada umumnya isi tidak dapat dianalisis di luar konteks tes seluruh catatan.

E. Penentu

Sistem untuk mencetak Rorschach umumnya mencakup konsep "determinan": ini adalah faktor-faktor yang berkontribusi untuk membangun kesamaan antara inkblot dan konten subjek tanggapan tentang hal itu, dan mereka dapat mewakili pengalaman dasar tertentu-persepsi sikap, menunjukkan aspek-aspek dari cara mempersepsi subjek dunia. Rorschach karya asli hanya digunakan bentuk, warna dan gerakan; saat ini, satu faktor penentu utama dipertimbangkan adalah pelindung, yang secara tidak sengaja diperkenalkan oleh pencetakan miskin inkblots (yang awalnya seragam menampilkan kejenuhan), dan kemudian diakui sebagai signifikan oleh Rorschach sendiri.
Bentuk adalah determinan yang paling umum, dan berkaitan dengan proses intelektual; warna sering memberikan tanggapan langsung wawasan tentang kehidupan emosional. Bayangan, dan gerakan telah dipertimbangkan lebih ambigu, baik dalam definisi dan interpretasi: Rorschach awalnya diabaikan naungan (yang semula bahkan tidak ada pada kartu, sebagai hasil dari proses cetak), dan ia menganggap hanya gerakan yang sebenarnya mengalami gerak, sementara yang lain telah memperluas cakupan determinan ini, mengambil hal itu berarti bahwa subjek melihat sesuatu "terjadi".
Lebih dari satu determinan dapat berkontribusi untuk pembentukan persepsi subjek, dan perpaduan dari dua faktor penentu adalah diperhitungkan, sementara juga menilai yang mana dari keduanya merupakan penyumbang utama (misalnya "bentuk-warna" menunjukkan kontrol yang lebih halus dari impuls dari "warna-bentuk"). Itu, memang, dari hubungan dan keseimbangan antara kepribadian faktor penentu yang dapat disimpulkan paling mudah.




F. Exner sistem penilaian

Sistem penilaian yang Exner, juga dikenal sebagai Comprehensive Rorschach System (RCS), adalah metode standar untuk menafsirkan tes Rorschach. It was developed in the 1960s by Dr. Ini dikembangkan pada tahun 1960 oleh Dr John E. Exner , as a more rigorous system of analysis. John E. Exner, sebagai sistem yang lebih ketat analisis. Ini telah banyak divalidasi dan menunjukkan tinggi reliabilitas antar penilai. Pada tahun 1969, Exner menerbitkan The Rorschach Systems, sebuah deskripsi singkat tentang apa yang akan kemudian disebut "sistem Exner". Dia kemudian menerbitkan sebuah studi di beberapa buku berjudul The Rorschach: A Comprehensive sistem, yang paling diterima keterangan lengkap tentang sistem-nya.
Penciptaan sistem baru ini didorong oleh kesadaran bahwa setidaknya lima terkait, tetapi pada akhirnya metode yang berbeda yang umum digunakan pada saat itu, dengan minoritas yang cukup besar penguji tidak menggunakan metode apapun diakui sama sekali, malah mendasarkan penilaian mereka pada penilaian subjektif, atau sewenang-wenang mencampur karakteristik dari berbagai sistem standar.
Komponen kunci dari sistem Exner adalah Rorschach clusterization dari variabel dan strategi pencarian berurutan untuk menentukan urutan untuk menganalisis mereka, dibingkai dalam konteks standar administrasi, obyektif, dapat diandalkan dan perwakilan pengkodean database normatif. Sistem ini menempatkan banyak penekanan pada suatu tritunggal kognitif dari pengolahan informasi, berkaitan dengan bagaimana proses subjek input data, kognitif mediasi, mengacu pada cara informasi diubah dan diidentifikasi, dan ideation. 
Dalam sistem, respon yang mencetak gol dengan mengacu pada tingkat ketidakjelasan atau sintesis dari beberapa foto dalam noda, lokasi respon, yang mana dari berbagai faktor penentu yang digunakan untuk menghasilkan respon (misalnya, apa yang membuat kelihatan seperti inkblot apa yang dikatakan mirip), kualitas bentuk respon (sampai sejauh mana respon setia inkblot bagaimana sebenarnya terlihat), isi dari respon (apa yang responden benar-benar melihat dalam noda), tingkat mental pengorganisasian aktivitas yang terlibat dalam menghasilkan respon, dan semua tidak logis, aneh, atau tidak koheren aspek tanggapan. It has been reported that popular responses on the first card include bat, badge and coat of arms. Telah dilaporkan bahwa tanggapan populer pada kartu pertama termasuk kelelawar, lencana dan lambang.
Menggunakan nilai tertinggi untuk kategori ini, para pemeriksa kemudian melakukan serangkaian perhitungan menghasilkan ringkasan struktur data pengujian. Hasil dari ringkasan struktural diinterpretasikan dengan menggunakan data penelitian yang ada ciri-ciri kepribadian yang telah ditunjukkan untuk dihubungkan dengan berbagai jenis tanggapan. Dengan piring Rorschach (sepuluh inkblots), area dari setiap noda yang dibedakan oleh klien dicatat dan diberi kode - biasanya sebagai "yang umumnya dipilih" atau "dipilih luar biasa". Ada banyak metode yang berbeda untuk pengkodean luas dari noda. Exner menetap pada daerah sistem pengkodean dipromosikan oleh SJ Beck (1944 dan 1961). This system was in turn based upon Klopfer's (1942) work. Sistem ini pada gilirannya didasarkan pada Klopfer's (1942) bekerja. Sebagai respons berkenaan dengan bentuk, konsep "kualitas bentuk" hadir sejak awal dari karya-karya Rorschach, sebagai penilaian subjektif dari seberapa baik bentuk respon subjek sesuai dengan inkblots (Rorschach akan memberi bentuk skor yang lebih tinggi untuk lebih "asli "namun bentuk yang baik respons), dan konsep ini diikuti oleh metode lain, terutama di Eropa; dalam Sebaliknya, sistem Exner hanya mendefinisikan" bentuk yang baik "sebagai kata masalah terjadinya frekuensi, mengurangi ke ukuran dari jarak subjek rata-rata penduduk.




G. Perbedaan budaya

Amerika Utara Exner membandingkan data dengan data normatif dari Eropa dan Amerika Selatan subyek menunjukkan perbedaan yang nyata dalam beberapa fitur, beberapa di antaranya dampak variabel penting, sementara yang lain (seperti jumlah rata-rata tanggapan) bertepatan. Sebagai contoh, respons tekstur biasanya nol dalam mata pelajaran Eropa (jika diinterpretasikan sebagai kebutuhan untuk kedekatan, sesuai dengan sistem, Eropa tampaknya akan mengekspresikannya hanya ketika ia mencapai tingkat kedekatan mengidam), dan terdapat lebih sedikit "bentuk yang baik" tanggapan, ke titik di mana skizofrenia dapat diduga jika data yang berkorelasi dengan norma-norma Amerika Utara. Formulir ini juga sering satu-satunya penentu yang diungkapkan oleh subjek Eropa; sementara warna kurang sering daripada dalam mata pelajaran Amerika, warna - bentuk tanggapan yang relatif sering terjadi di oposisi untuk membentuk tanggapan-color; sejak terakhir cenderung ditafsirkan sebagai indikator dari sikap defensif dalam memproses mempengaruhi, perbedaan ini bisa berasal dari nilai yang lebih tinggi dihubungkan dengan ekspresi spontan emosi.
Perbedaan dalam kualitas bentuk murni dikaitkan dengan aspek budaya: budaya yang berbeda akan menunjukkan berbeda "Common" obyek (subyek perancis sering mengidentifikasi bunglon di kartu VIII, yang biasanya digolongkan sebagai "biasa" respons, sebagai lawan dari binatang lain seperti kucing dan anjing; di Skandinavia, "Natal elf" (nisser) adalah respons yang populer untuk kartu II, dan "alat musik" pada kartu VI populer untuk Japanese people), dan bahasa yang berbeda akan menunjukkan perbedaan semantik dalam penamaan yang sama objek (figur kartu IV sering disebut sebagai troll oleh Skandinavia dan seorang raksasa oleh orang-orang Prancis). Banyak Exner's "populer" tanggapan (yang diberikan oleh setidaknya sepertiga dari sampel Amerika Utara yang digunakan) tampaknya akan universal populer, seperti yang ditunjukkan oleh contoh di Eropa, Jepang dan Amerika Selatan, sementara IX kartu khusus "manusia" respons, kepiting atau laba-laba di kartu X dan salah satu dari kedua kupu-kupu atau kelelawar di kartu saya tampak ciri khas Amerika Utara .
Kualitas bentuk, isi populer tanggapan dan lokasi adalah satu-satunya dikodekan Exner variabel dalam sistem yang didasarkan pada frekuensi kejadian, dan dengan demikian segera tunduk pada pengaruh kebudayaan, karena itu, budaya tergantung pada interpretasi data tes mungkin tidak selalu perlu melampaui ini komponen.
Perbedaan bahasa yang dikutip berarti bahwa itu penting untuk ujian yang akan diberikan dalam bahasa ibu subyek atau sangat baik menguasai bahasa kedua, dan, sebaliknya, penguji harus menguasai bahasa yang digunakan dalam ujian. Test tanggapan juga tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa lain sebelum analisis kecuali mungkin oleh seorang dokter menguasai kedua bahasa. Sebagai contoh, dasi kupu-kupu sering menjadi pusat respon untuk detail kartu III, tapi karena istilah yang setara dalam bahasa Perancis diterjemahkan menjadi "dasi kupu-kupu", seorang pemeriksa tidak menghargai nuansa bahasa ini mungkin kode respon berbeda dari apa yang diharapkan.

H. Neurologi

Penelitian menggunakan angka 03 telah menemukan bahwa tanggapan unik''''diproduksi pada orang dengan lebih besar amygdalas. Para peneliti mencatat, "Karena laporan sebelumnya telah menunjukkan bahwa tanggapan unik yang diamati pada frekuensi yang lebih tinggi dalam populasi artistik daripada di nonartistic populasi normal, korelasi positif ini menunjukkan bahwa pembesaran amygdalar dalam populasi normal mungkin berkaitan dengan aktivitas mental kreatif."

 

I. Sepuluh inkblots

Berikut adalah sepuluh inkblots dari tes Rorschach dicetak dalam Rorschach's Rorschach Test - Psychodiagnostic Pelat, bersama-sama dengan tanggapan yang paling sering baik untuk seluruh gambar atau detail-detail yang paling menonjol menurut berbagai penulis. Mereka telah di dalam domain publik di Hermann Rorschach's asli Swiss setidaknya sejak 1992 (70 tahun setelah kematian pengarang, atau 50 tahun setelah cut-off tanggal 1942), menurut undang-undang hak cipta Swiss. Mereka juga dalam domain publik di bawah hukum hak cipta Amerika Serikat: semua karya yang diterbitkan sebelum 1923 dianggap dalam domain publik.
Kartu
Tanggapan

Komentar
Rorschach Blot 01.jpg
Beck:
kelelawar, kupu-kupu, ngengat
Piotrowski:
Kelelawar (53%), kupu-kupu (29%)
Dana (Perancis):
kupu-kupu (39%)
Ketika melihat kartu saya, subjek sering menanyakan tentang bagaimana mereka harus melanjutkan, dan pertanyaan tentang apa yang mereka diizinkan untuk melakukan dengan kartu (misalnya mengubahnya) tidak terlalu signifikan.. Menjadi kartu pertama, dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana mengatasi mata pelajaran yang baru dan tugas stres. Ini bukan, bagaimanapun, kartu yang biasanya sulit bagi subjek untuk menangani, karena tersedia populer tanggapan.
Rorschach Blot 02.jpg
Beck:
dua manusia
Piotrowski:
Binatang berkaki empat (34%, bagian abu-abu)
Dana (Perancis):
binatang:anjing, gajah, beruang (50%, abu-abu)
Rincian merah kartu II sering dianggap sebagai darah, dan fitur yang paling khas. Tanggapan untuk mereka dapat memberikan indikasi tentang bagaimana subjek cenderung mengelola perasaan marah atau fisik. Kartu ini dapat menimbulkan berbagai tanggapan seksual.
Rorschach Blot 03.jpg
Beck:
dua manusia (abu-abu)
Piotrowski:
Sosok manusia (72%, abu-abu)
Dana (Perancis):
manusia (76%, abu-abu)
Kartu III biasanya dianggap mengandung dua manusia yang terlibat dalam beberapa interaksi, serta dapat memberikan informasi tentang bagaimana subjek berhubungan dengan orang lain (secara spesifik, respon berjuang latency dapat mengungkapkan interaksi sosial).
Rorschach Blot 04.jpg
Beck:
binatang, kulit, karpet
Piotrowski:
kulit binatang, karpet kulit (41%)
Dana (Perancis):
kulit binatang (46%)
IV kartu terkenal karena warna gelap dan bayangan (berpose kesulitan untuk depresi mata pelajaran), dan umumnya dianggap sebagai sesuatu yang besar dan kadang-kadang mengancam tokoh; diperparah dengan kesan umum subjek berada di posisi yang lebih rendah ( "melihat ke atas") untuk itu, ini bertujuan untuk mengetahui rasa otoritas. Manusia atau hewan konten dilihat dalam kartu tersebut akan hampir selalu diklasifikasikan sebagai laki-laki daripada perempuan, dan kualitas yang diungkapkan oleh subjek dapat menunjukkan sikap terhadap laki-laki dan otoritas.
Rorschach Blot 05.jpg
Beck:
kelelawar, kupu-kupu, ngengat
Piotrowski:
kupu-kupu (48%), kelelawar (40%)
Dana (Perancis):
kupu-kupu (48%), kelelawar (46%)
Kartu V adalah kartu yang mudah dijabarkan yang biasanya tidak dianggap sebagai ancaman, dan biasanya instigates sebuah "perubahan kecepatan" dalam ujian, setelah sebelumnya kartu lebih menantang. Berisi beberapa fitur yang menimbulkan keprihatinan atau mempersulit elaborasi, itu adalah noda yang paling mudah untuk menghasilkan respon yang berkualitas baik tentang.
Rorschach Blot 06.jpg
Beck:
binatang, kulit, karpet
Piotrowski:
kulit binatang, karpet kulit (41%)
Dana (Perancis):
kulit binatang (46%)
Tekstur merupakan karakteristik dominan kartu VI, yang sering memunculkan asosiasi terkait dengan kedekatan antarpribadi, melainkan secara khusus sebuah "kartu seks", yang mungkin persepsi seksual yang dilaporkan lebih sering daripada di kartu lain, walaupun kartu lain memiliki variasi yang lebih besar sering dilihat isi seksual.
Rorschach Blot 07.jpg
Beck:
kepala manusia atau wajah (atas)
Piotrowski:
kepala perempuan atau anak-anak (27%, top)
Dana (Perancis):
kepala manusia (46%, top)
Kartu VII dapat dikaitkan dengan feminitas (sosok manusia sering melihat di dalamnya digambarkan sebagai wanita atau anak-anak), dan fungsi sebagai "kartu ibu", di mana kesulitan dalam menanggapi mungkin berhubungan dengan keprihatinan dengan tokoh-tokoh perempuan dalam kehidupan subjek. Pusat detail yang relatif sering (walaupun tidak populer) diidentifikasi sebagai vagina, yang membuat kartu ini juga berhubungan dengan seksualitas feminin pada khususnya.
Rorschach Blot 08.jpg
Beck:
binatang: bukan kucing atau anjing (pink)
Piotrowski:
binatang berkaki empat (94%, pink)
Dana (Perancis):
binatang berkaki empat (93%, pink)
Orang sering mengungkapkan kelegaan tentang kartu VIII, yang memungkinkan mereka santai dan merespons secara efektif. Mirip dengan kartu V, itu merupakan "perubahan kecepatan" namun, memperkenalkan kartu elaborasi baru kesulitan, yang kompleks dan yang pertama berwarna multi-kartu di set. Oleh karena itu, orang yang menemukan situasi yang kompleks pengolahan atau rangsangan emosional menyedihkan atau sulit mungkin tidak nyaman dengan kartu ini.
Rorschach Blot 09.jpg
 Beck:
manusia (oranye)
Piotrowski:
tak satupun
Dana (Perancis):
tak satupun
Karakteristik kartu IX adalah bentuk tidak jelas dan menyebar, berwarna diredam fitur, menciptakan ketidakjelasan umum. Hanya ada satu jawaban populer, dan ini yang paling sering dari semua kartu. Mengalami kesulitan dengan pemrosesan kartu ini mungkin menunjukkan masalah yang berhubungan dengan data yang tidak terstruktur, tapi selain ini ada beberapa khusus "menarik" khas kartu ini.
Rorschach Blot 10.jpg
Beck:
kepiting, lobster, laba-laba (biru)
Piotrowski:
kepiting, laba-laba (37%, biru),
kelinci kepala (31%, lampu hijau),
ulat, cacing, ular (28%, hijau tua)
Dana (Perancis):
tak satupun
Kartu X secara struktural mirip dengan kartu VIII, namun ketidakpastian dan kompleksitas yang mengingatkan kartu IX: orang-orang yang sulit menangani banyak bersamaan rangsangan mungkin tidak secara khusus seperti ini jika kartu menyenangkan. Sebagai kartu terakhir, hal itu mungkin memberikan kesempatan bagi subjek untuk "sign out" dengan menunjukkan apa yang mereka rasakan situasi mereka suka, atau apa yang mereka ingin tahu.


Sumber :

Anonim. (2009). Tes Rorschach. http://en.wikipedia.org/wiki/Rorschach_tes. (15 Maret 2010)